a.) Mengetahui apa itu adder subtractor.
Difungsikan guna mengukur besarnya tegangan listrik yang terdapat dalam suatu rangkaian listrik. Dimana, untuk penyusunannya dilakukan secara paralel sesuai pada lokasi komponen yang sedang diukur.
2. Gerbang Logika OR
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang OR (OR Gate) :
Konfigurasu pin IC 7432 :
[menuju awal]
b.) Memahami prinsip kerja adder subtractor.
c.) Dapat merangkai rangkaian adder subtractor.
2. Alat dan Bahan[Kembali]
A. Alat
1. Power Supply
Power Supply atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Catu Daya adalah suatu alat listrik yang dapat menyediakan energi listrik untuk perangkat listrik ataupun elektronika lainnya.
2. Voltmeter
Difungsikan guna mengukur besarnya tegangan listrik yang terdapat dalam suatu rangkaian listrik. Dimana, untuk penyusunannya dilakukan secara paralel sesuai pada lokasi komponen yang sedang diukur.
3. Generator DC
4. Logicprobe
Logic probe atau logic tester adalah alat yang biasa digunakan untuk menganalisa dan mengecek status logika (High atau Low) yang keluar dari rangkaian digital. Objek yang diukur oleh logic probe ini adalah tegangan oleh karena itu biasanya rangkaian logic probe harus menggunakan tegangan luar (bukan dari rangkaian logika yang ingin diukur) seperti baterai. Alat ini biasa digunakan pada IC TTL ataupun CMOS (Complementary metal-oxide semiconductor).
Logic probe menggunakan dua lampu indikator led yang berbeda warna untuk membedakan keluaran High atau Low. Yang umum dipakai yaitu LED warna merah untuk menandakan output berlogika HIGH (1) dan warna hijau untuk menandakan output berlogika LOW(0).
5. Beterai (12 V)
B. Bahan
1. Logicstate
Logicstate berfungsi untuk memberi tegangan rendah atau tinggi, atau logika 1 atau logika 0
2. Gerbang Logika OR
Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0. Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”). Contohnya : Z = X + Y.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang OR (OR Gate) :
Gerbang OR atau disebut juga "OR GATE" adalah jenis gerbang logika yang memiliki dua input (Masukan) dan satu output (keluaran). Meskipun memiliki pengertian yang sama dengan gerbang OR tapi memiliki perbedaan pada simbol dan tabel kebenaran.
Konfigurasu pin IC 7432 :
Pin Number | Description |
1 | A Input Gate 1 |
2 | B Input Gate 1 |
3 | Y Output Gate 1 |
4 | A Input Gate 2 |
5 | B Input Gate 2 |
6 | Y Output Gate 2 |
7 | Ground |
8 | Y Output Gate 3 |
9 | B Input Gate 3 |
10 | A Input Gate 3 |
11 | Y Output Gate 4 |
12 | B Input Gate 4 |
13 | A Input Gate 4 |
14 | Vcc - Positive Supply |
Spesifikasi :
Supply Voltage | 7V |
Input Voltage | 5.5V |
Operating Free Air Temperature | 0°C to +70°C |
Storage Temperature Range | -65°C to +150°C |
4. Gerbang Logika XOR
Gerbang logika XOR adalah singkatan dari EXclusive OR gate yang outputnya hanya akan bernilai logika 1 jika salah satu input X atau Y dalam keadaan bernilai logika 1, ketika semua inputnya dalam keadaan logika 0 atau dalam keadaan logika 1 maka output akan tetap logika 0.
3. Dasar Teori[Kembali]
Tabel eksitasi mirip dengan tabel karakteristik yang telah kita bahas di bab sebelumnya tentang flip-flop. Tabel eksitasi mencantumkan keadaan saat ini, keadaan berikutnya yang diinginkan, dan input flip-flop (J, K, D, dll.) yang diperlukan untuk mencapainya. Tabel eksitasi untuk flip-flop J-K dan flip-flop D ditunjukkan pada Tabel 11.7 dan 11.8 secara berturut-turut. Mengacu pada Tabel 11.7, jika output berada dalam keadaan logika ‘0’ dan diinginkan agar berubah menjadi keadaan logika ‘1’ pada saat terjadi pulsa clock, input J harus dalam keadaan logika ‘1’ dan input K dapat berada dalam keadaan logika ‘0’ atau logika ‘1’. Hal ini benar karena, untuk transisi dari ‘0’ ke ‘1’, ada dua kondisi input yang memungkinkan untuk mencapai ini. Kondisi tersebut adalah J = 1, K = 0 (mode SET) dan J = K = 1 (mode toggle), yang selanjutnya menghasilkan J = 1 K= X (baik 0 atau 1). Entri lainnya dalam tabel eksitasi dapat dijelaskan dengan cara yang sama. Dalam kasus flip-flop D, input D sama dengan status logika dari keadaan berikutnya yang diinginkan. Hal ini benar karena, dalam kasus flip-flop D, input D dipindahkan ke output pada saat terjadi pulsa clock, terlepas dari status logika saat ini dari output Q.
4. Percobaan[Kembali]
A Prosedur Percobaan
B. Rangkaian Simulasi
Prinsip Kerja :
5. Video[Kembali]
File HTML [Download]
Rangkaian [Download]
Rangkaian [Download]
Rangkaian [Download]
Video Rangkaian Rangkaian [Download]
Video Rangkaian Rangkaian [Download]
Video Rangkaian Rangkaian [Download]
Data Sheet JFET [Download]
Data Sheet Resistor [Download]
Data Sheet Baterai [Download]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar